Masalah #
Perusahaan SaaS yang menyediakan solusi digital marketing dan data privacy compliance untuk klien Eropa memiliki backend legacy yang:
- Test coverage rendah, menyebabkan bug produksi yang sering terjadi
- Arsitektur monolitik tanpa pemisahan layer, sulit di-maintain dan di-extend
- Proses deployment manual dan rentan kesalahan
Solusi #
Refactoring total arsitektur backend menjadi service–repository pattern menggunakan Go dan PostgreSQL.
Perubahan Kunci #
- Service–repository architecture: memisahkan business logic dari data access, meningkatkan testability dan maintainability
- RESTful API development: endpoint baru untuk mendukung workflow digital marketing dan data privacy
- Automated testing: meningkatkan test coverage secara bertahap dari baseline ke 75%
- CI/CD integration: kolaborasi dengan tim lintas fungsi menggunakan Jira, Bitbucket, dan Slack
Hasil #
- Test coverage naik ke 75%: dari baseline yang sangat rendah
- Production bugs turun 40% antara Q3-Q4 2024
- Deployment lebih reliable: fitur baru dan bug fix deliver on schedule
- Kode lebih readable dan onboarding time untuk developer baru berkurang signifikan
Pelajaran #
- Test coverage bukan angka, itu jaring pengaman: investasi di automated testing terbayar saat setiap deployment bisa dilakukan dengan confidence, bukan hope
- Service–repository pattern itu investasi: meskipun upfront cost lebih tinggi, pemisahan layer membuat debugging, testing, dan penambahan fitur jauh lebih mudah setelah foundation terbangun
- Cross-functional collaboration: komunikasi rutin via Jira dan Slack dengan tim non-teknis memastikan yang dibangun sesuai dengan yang dibutuhkan